Tanggal 29 januari 2012 kemaren gua bareng temen-temen band gua rekaman lagu. Lagu yang d suruh aransemant sama salah satu perusaan radio di kota gua. Sebelumnya gua sama gitaris gua (Eko) sudah susah payah setengah hati untuk nyari nada dan kunci untuk lagu yang akan kami bawakan. Satu detik berlalu, 1 menit berlalu, satu jam berlalu sampai akhirnya setengah hari gua sukses, sukses gak punya ide, selang beberapa jam, akhhirnya pikiran gua datang entah dari mana membawa inspirasi itu.
Lagu itu pun jadi, dalam waktu satu hari. Dan gua pun bisa bernafas lega.
Selang beberapa minggu akhirnya gua juga dapet tugas mendadak dari guru olahraga gua disekolah. Gua di suru buat gerakan seman. Wah.. gila sulit banget tapi itu mampu kami lewati dengan semangat yang membara.
Akhirnya gua dan temen-temen gua mutusin buat urus tu lagu radio belakangan. Maklum kami lebih mementingkan pendidikan dulu. (perlu di contoh)
Gua pun fokus nyari gerakan seman, senam ala boyband kesayangan gua yang paling gua benci yaitu SM*SH !!! YANG paling gua benci.
Tapi karena terpaksa jadi kami mengkolaborasikan antara gerakan kumfu, pemanasan ala demam panggung, dan tarian dalam gerakan seman kami.
Berhari-hari sudah kami latihan, dengan perjuangan yang banyak mengorbankan keringat yang terbuang dengan percuma !!,
Akhirnya gua pun sampe pada hari yang sangat menentukan nilai gua di sekolah dan karier gua di dunia musik,
Tanggal 29 gua rekaman sambil mempersiapkan diri untuk seman di hadapan guru gua, temen-temen gua, upil gua (maaf ya ya’), calon-calon pacar gua, mantan-mantan gua, dan bekas pembantu gua. (biasa gua kan dulu artis).
Gua pun latihan seman terlebih dahulu, hingga gerakan seman pun jadi dan sukses mngentarkan gua dan temen-temen gua ke pada sesuatu yang sangat gua harapkan walaupun gak maksimal, tapi setidaknya gua sudah berusaha separuh hati. Gua dan temen-temen gua sukses mendapat nilai 8 ke atas kecuali satu orang kelampok gua (wick maaf loe kurang beruntung).
Dan rekaman juga pun sukses sampai akhirnya rekaman itu akan dikumpulkan tanggal 31 januari naanti, itu yang membuat kami begitu ekstra kerja keras.
Sebelum dikumpulkan si eko temen gua yang punya studio ini nanya sama bokapnya, dan bokapnya bilang suara vokalnya fals. Kami semua kaget dan berfikir harus mengulangkah ?? ternyata tidak. Dan di situ juga suara gua sempat di rekam dah akhirnya sukses. Sukses lagi gak kesimpen suara gua. Nasib sial gua ni. Tapi gua sama personil laen seneng karena rekaman kami sukses walaupun ada beberapa yang harus di perbaiki, mungkin bukan hanya beberapa tapi semuanya. Semua personil band gua senang, para crew ikut seneng, para fans (walaupun belum terkenal) ikut seneng juga dan para anti band gua gak tau apa2, jari tengah aja untuk mereka.
Akhirnya rekaman itu pun dikasetin dan saat di buka beberapa jam sebelum pengumpulan temen gua nelfon gua.
Arie: tos,, rekamannya gak ada di kaset yang kamu kasie..
Gua:masak sie ?? jangan suka becanda gitu riq.. (gak percaya)
Arie:beneran gak ada toss,, gimana dong nie ?? (mulai panik)
Gua:yaudah.. ikhlasin aja mungkin itu ajalnya rekaman kita. (pura-pura sabar)
Arie:gak mau !! pokoknya harus bisa, kata penyiar radianya kita boleh ngumpulin tanggal satu besok.
Gua: tapi apa waktunya cukup ?? (masih seperti tadi dan mulai putus asa)
Arie:pkoknya gak mau harus bisa !! (memaksa)
Gua: udah lah ini memang jalan kita menuju keberhasilan, nyantai aja lah riq. (mencoba menerima apa adanya)
Arie: eee... tinggal di masukin aja dari laptop eko, kan rekamnya di simpen di situ ?? (mulai tenang)
Gua: oyadah.. bilang sama si eko aja riq. (sok cuek)
Arie: ya uda ..(senang dan merasa lega)
Gua: (matikan Hp sambil bilang “bego, bego, bener juga,, rekaman itu masih kesimpen di laptop si eko” dan gua sadar ternyata gua bisa bego juga)
Gua pun tenang dengan penuh keringat.
Tapi akhirnya rekaman itu mampu di selesaikan dengan baik oleh eko, sekarang semau benar-benar terkendali.
Dari satu hal ini kami belajar bagaimana menghargai waktu. Jika saja kami bisa membagi waktu dengan baik maka kami tak akan seperti ini.
Kami juga belajar dari pengalaman ini, mungkin kegagalan menjadi langkah awal kami menuju keberhasilan, kami percaya dengan apa yang kami punya dan kerja keras kami bisa mencapai apa yang kami mau.
Art Star, Grup band yang terbentuk sekitar pertengahan november 2011, dengan personil:
Eko pada bass, ronny pada melodis, arvand pada drum dan gua (santoz) pada rytem. Namun tidak lama akhirnya salah satu personil yaitu ronny mengundurkan diri dan keluar. Sampai akhirnya tidak lama setelah keluarnya ronny kami mendapat personil baru dan lebih memfokuskan untuk mencptakan lagu. Agar jika kami manggung kami bisa membawakan lagu kami sendiri.
Sejak keluarnya ronny, kini dia membantuk kelompok ANTI ART STAR, kelompok yang memebnci keberadaan kami, entah karena iri atau memeng gak suka, gua gak tau, dan akhirnya sahabat terdekat gua pun buat grup di facebook dengan nama yang sama (ANTI ART STAR). Gua merasa gak enek buat gabung dengan mereka, mereka selalu menghina kami, menjelek-jelekkan kami, mengolok-olok dan selalu menyalahkan kami.
Saat ini art star memng terbelakang, tapi kami akan buktikan bahwa kami mampu.
Pada kenyataan yang sebenarnya Anti Art Satar adalah para Fans art star yang munafik gitu, seperti tadi mereka menghina dan sebagainya tapi padahal mereka itu gengsi buat ngungkapin perasaan mereka, setelah mendengar rekaman kami mreka pun gak pernah angkat bicara.
Itu pelajaran bagi seseorang yang memangdang orang hanya dengan sebelah mata.
Kemampuan, bakat dan talenta seseorang yang terpendam akan membuktikan bahwa orang itu tidak seburuk yang orang lain fikirkan.
Dengan kelebihan yang kami punya akan terus kami asah tanpa kenal lelah. Art Star akan terus ada.
Orang yang menghina, mengejek, menjelek-jelekkan, menyalahkan, mengolok-olok dan mencemo’oh, belum tentu lebih bisa dari orang yang di hina dan di jatuhkan harga dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar