Jumat, 02 Maret 2012

SERBA SALAH



Pada suatu hari, gua membuka maka dengan senyum yang leber melebihi senyuman Joker difilm Batman. Gua membuka mata dengan di sambut dinginnya angin pagi yang membuat semua bulu kuduk gua berdiri. Selang beberapa menit, suara ketukan pintu mngagetkan ku, padahal belum ada jadwal hantu nakut-nakutin gua hari itu. Lalu terdenger suara “santooooooosssssss!!!!!!!!! Bangun solat. Ayo ujam berapa ini, umur kamu sudah berapa sekarang, kamu sudah kelas berapa sekarang, sampe kapan kamu mau di ingetin bangun pagi, apa kamu gak malu sama tuhan, ?”kata nyokap sambil kocok telur ngebangungin gua. “ya maa, 5 menit lagi deh. Ya ya ?”  kata gua setengah sadar. Mungkin kalo gua lagi sadar gua bakal jawab semua pertanyaan itu dengan jawaban yang tepat dan benar juga pada kolomnya masing-mansing. Soalnya waktu gua membuka mata gua sempet ngeliat tulisan di aas kepalanya nyokap, tulisan itu bunyinya begini ‘jawablah pertanyaan yang keluar dari mulut berikut.’ Tapi, karena gua males mikir dan waktu itu gua emang setengah sadar tapi gua kan gak lagi amnesia. Gua gak seperti yang pagi beriman, siang lupa lagi, sore beriman, mlam amnesia. Percayalah gua bukan manusia yang pura-pura amnesia.
Akhirnya gua bangun sesuai perintah nyokap. Gua mandi dengan tenang, seperti seorang ulama yang lagi berdzikir. Abis itu nyokap teriak lagi “santos ! gosok bagian yang kotor-kotor d kamar mandi itu, !”. sepontan gua jawab “wani piro ma ?”  sambil nyanyi-myanyi di kamar mandi. Mendengar ucapan gua bokap pun ketawa. Dengan sedikit di campur batuk.
Akhirnya gua berangkat sekolah, pas berangkat sekolah gua ngeliat sesuatu yang aneh, yaitu hujan yang turun seperti salju. Dan langit yang begitu gelap krena di tutupi awan yang hitam. Tanpa berfikir gua pun melangkah dengan pasti dengan ransel kesayangan gua, sepatu setia gua, baju seragam gua yang bersih, celana gua punya coretan di pantat, dan kaos kaki pinjaman. Gua melangkah dengan kaos kaki pinjaman, hampir seharian di sekolah gua gak pede.
Sesampai di sekolah hujan besar, di sertai angin kencang dan badai. Untungnya gua sudah di sekolah saat itu. Saat itu juga sekolah gua banjir. Gua dan temen-temen gua belajar seperti anak bebek saat itu.
Kecewa rasanya sekolah gua seperti itu.
Pada saat musim penghujan selesai, musim panas pu n datang kembali dan kami pun kembali mejadi sebuah bangsa yang tetap berdiri kokoh melawan panasnya terik matahari di siang hari saat dalam perjalanan ke sekolah maupun saat belajar di ruang kelas.
Teman-teman gua ngeluh . mereka bilang sekolah mereka seperti gurun sahar. Yang padahal mereka tidak pernah sama sekali menginjakan kaki pada gurun sahara, sekolah kami mempunyai sebuah baliho yang bertuliskan “GO GREEN” tapi sepertinya itu tidak cocok atau kurang pas jika di taruh pada sekolah kami.
Lebih  tepatnya bagaimana jika “GURUN SMANDA” sepertinya lebih tepat. Ya, walaupun sedikit menyenggol tapi memang kenyataanya seperti itu.
Kami muak dengan peraturan yang tidak pernah adil. Selalu pilih kasih, padahal katanya semua warga sekolah itu adalah keluarga. Tapi apa ? perkelahian antar siswa masih terjadi, dan bukan hanya pada sekolah kami, hampir di setiap sekolah di kota mataram seperti itu. Bahkan saya pernah mendengar “Peraturan di buat bukan untuk di taati, TAPI dilanggar !!”
Seperti itu yang dikatakan para siswa. Mau jadi apa generasi muda di masa depan ? orang-orang sudah mulai tidak peduli dengan bangsa ini.
Jangan kan anak sekolah, mahasiswa pun tawuran, bisa di bilang tawuran pelajaran tambahan pada setiap jenjang pendidikan. Padahal mereka hanya di picu masalah sepele. Tapi otak mereka seakan sudah di cuci oleh budaya yang tidak bermoral.
Negeri ini hanya bisa menangis. Hanya itu yang bisa di lakukan. Katanya negri ini negri hukum tapi mengepa masih ada yang di suap dan penyuap ?
Orang atas tetap di atas dan orang bawah tetap di bawah.
Indonesia tidak akan pernah habis yang namanya KORUPTOR.
Berbuat baik salah, berbuat salah di anggap benar. Apa ini indonesia yang di banggakan ? sejak kapan indonesia berubah menjadi seperti ini ? seakan tidak punya malu sebagai bangsa, rakyat menyalahkan pemerintah, begitu juga pemerintah yang tidak pernah peduli akan rakyatnya.
TITIP SALAM BUAT PAK PRESIDEN. Kami butuh sedikit kedamaian haya untuk bernafas tenang dan belajar berkonsentrasi.
Mohon maaf jika banyak pihak yang tersinggung.
Saya sebagai OI sekaligus SLANKER yang juga sebagai REZPECTOR . peduli atas bangsa saya sendiri, saya besar dan lahir di negara yang begitu indah, tapi itu dulu, dan sekarang semua itu hilang entah kemana. Maka dari pada itu saya ingin kedamaian itu kembali dan kemerdekaan itu kembali terasa. Itu saja , terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar